Tidak sadarkan diri saat sakit, kemudian meninggal dunia, apakah ahli waris mengqadla shalatnya? (Kajian Fikih)

Tidak sadarkan diri saat sakit, kemudian meninggal dunia, apakah ahli waris mengqadla shalatnya? (Kajian Fikih)

Di dalam kitab Fathul Mu’in disebutkan:
مَنْ مَاتَ وَعَلَيهِ صَلَاة فَلَا قَضَاءَ وَلَا فِديَة
Barangsiapa meninggal dunia dan masih mempunyai tanggungan shalat, maka tidak diwajibkan qadla atau fidyah.

Apalagi saat sakit, dia dalam kondisi tidak sadar, sedangkan salah satu syarat wajib shalat adalah sehat akalnya, bukan pingsan atau gila.

Namun ada pendapat lain yang menyatakan bahwa ahli warisnya mengqadlakan shalat yang ditinggalkan si mayit. Dan adapula pendapat yang memperbolehkan walinya untuk membayar satu mud sebagai fidyah satu shalat.

Wallahu A’lam

Leave a Reply