Puasa Ayyamul Bidh (Kajian Fikih)

Puasa Ayyamul Bidh (Kajian Fikih)

Salah satu bentuk puasa Sunnah adalah puasa di hari-hari putih, atau Ayyamul Bidh. Disebut demikian karena pada malamnya bulan sedang dalam posisi purnama. Yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 qamariyah. Dan pahalanya setara dengan puasa satu bulan penuh.

Di dalam Kitab Fathul Mu’in disebutkan :
لِاَنَّ صَومَ الثَّلَاثَةِ كَصَومِ الشَّهرِ اِذِ الحَسَنَةُ بِعَشْرِاَمثَلِهَا
Hal ini disebabkan puasa tiga hari sama dengan satu bulan sebab amal kebajikan itu dilipatkan sepuluh kali.

Berdasarkan keterangan ini, maka kesunnahannya bisa dilakukan dengan berpuasa tiga hari selain tanggal-tanggal diatas, namun pada tanggal-tanggal itu lebih afdhal.

Jadi, misalnya kita sudah berniat puasa tengah bulan dan pas tanggal 15 nya kita sakit, sehingga tidak bisa berpuasa, atau seorang wanita kedapatan datang bulan, maka bisa digantikan pada hari-hari yang lain. Sebagai ganti puasa tengah bulan yang tertinggal, karena memang ada udzur.

Wallahu A’lam

Leave a Reply